oleh

Penomoran Ijazah Nasional dan Sistem Verifikasi Ijazah Secara Elektronik

Ekpose.com – Penomoran Ijazah Nasional dan Sistem Verifikasi Ijazah Secara Elektronik saat ini sudah dilakukan oleh Kementrian Ristekdikti. dan mulai tahun 2018 ini semuanya sudah bisa dilakukan secara online.

Penomoran Ijazah Nasional dan Sistem Verifikasi Ijazah Secara Elektronik
Penomoran Ijazah Nasional dan Sistem Verifikasi Ijazah Secara Elektronik

Seperti halnya dijelaskan pada latar belakang mulai di berlakukannya Penomoran Ijazah Nasional dan Sistem Verifikasi Ijazah Secara Elektronik ini yaitu banyaknya pemalsuan Ijazah, tidak terdata di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI), Tidak taatnya proses pembelajaran yang dilakukan oleh perguruan tinggi, serta pemanfaatn Teknologi. Dimana dapat kita ketahui bahwa perkembangan teknologi saat ini sudah pesat.

Penomoran Ijazah Nasional yang dikenal dengan (PIN) dan Sistem Verifikasi Ijazah Secara Elektronik dikenal dengan (SIVIL), keduanya saat ini sangat penting bagi perguruan tinggi dan juga mahasiswa dan alumni.

Landasan hukum dalam penerapan PIN dan SIVIL ini yaitu mengacu pada UU No. 12 tahun 2012 (Pendidikan Tinggi), Permenristekdikti No 61 tahun 2016 (PDDIKTI), Permenristekdikti Nomor 44 tahun 2015 (SNDIKTI), dan Permendikbud No. 81 tahun 2014 (tentang Ijazah) serta Validator PIN.

Penomoran Ijazah Nasional (PIN)

Penomoran Ijazah Nasional (PIN) yaitu proses penomoran ijazah nasional dengan menggunakan aplikasi PIN, Nomor Ijazah yang diterbitkan disebut dengan nomor ijazah nasional dan tercetak pada ijazah yang diterbitkan oleh perguruan tinggi.

Syarat untuk mendapatkan PIN bagi calon lulusan mahasiswa pada perguruan tinggi yaitu, Proses pembelajaran harus sesuai dengan SNDIKTI (Permenristekdikti No. 44 tahun 2015) yang mencakup Jumlah SKS, Nilai, Lama Studi, Akreditasi dan lain lain.

Kemudian Taat Lapor data pada PDDIKTI (Permenristekdikti no. 61 tahun 2016) dimana setiap semester harus dilaporkan aktivitas perkuliahan mahasiswa, termasuk mata kuliah yang diambil, jumlah SKS, beserta nilainya. Dan saat ini sudah di mulai menggunakan Nomor Induk Kependudukan ( untuk konsistensi data personal).

Prinsip prinsip dalam Penomoran Ijazah Nasional (PIN) yaitu :

  1. Proses penomoran ijazah terdiri dari 2 (dua) tahapan utama, yakni Reservasi atau Booking nomor ijazah untuk calon lulusan dan Pemasangan nomor ijazah dengan NIM calon lulusan;
  2. Nomor ijazah nasional terdiri dari 15 angka meliputi Kode Prodi (5 digit) + Tahun Lulus (4 digit) + No Urut ( 5 digit) + Check Digit (1 digit);
  3. Menggunakan data yang dilaporkan perguruan tinggi ke PDDIKTI;
  4. Nomor Ijazah Nasional akan dinyatakan berlaku apabila dapat diverifikasi melalui sistem verifikasi ijazah elektronik (SIVIL);
  5. Nomor Ijazah Nasional harus dimuat dalam Ijazah yang diterbitkan; dan
  6. Ijazah wajib disertai dengan Transkrip Akademik, dan Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI).
Penomoran Ijazah Nasional dan Sistem Verifikasi Ijazah Secara Elektronik
Penomoran Ijazah Nasional dan Sistem Verifikasi Ijazah Secara Elektronik

Berikut ini merupakan prosedur atau alur dalam Penomoran Ijazah Nasional (PIN) yang dilakukan di Perguruan Tinggi, pertama Admin Perguruan Tinggi atau dikenal dengan Operator melaporkan data mahasiswa setiap semester di PDDIKTI, kemudaian yang kedua Admin PT (operator) tadi memeriksa calon lulusan pada aplikasi PIN.

Langkah yang ketiga Admin PT memesan nomor mahasiswa yang Eligible dapat PIN, dilanjutkan tahap yang ke empat Admin PT melengkapi sisa SKS setiap calon lulusan. Kelima Admin PT memasangkan NIM Calon lulusan di tahap ini admin PT sudah bisa melakukan pencetakan Ijazah.

Pada langkah ke enam ini nomor ijazah dikirim ke PDDIKTI (akan terkirim otomatis oleh sistem), Setelah nomor ijazah terkirim maka Nomor Ijazah dapat diverifikasi di SIVIL.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 comment

Ekpose Update